Maria Elisa Hospita
22 Oktober 2018•Update: 23 Oktober 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Latihan militer gabungan antara pasukan Pakistan dan Rusia dimulai pada Senin di Pakistan.
“Kontingen tentara Rusia tiba di Pakistan untuk ikut serta dalam Latihan Gabungan Pak-Rusia Druzhba-III,” kata juru bicara Angkatan Darat Pakistan Mayor Jenderal Asif Ghafoor, dalam sebuah pernyataan.
Latihan selama dua pekan itu akan berakhir pada 4 November.
Ini adalah latihan militer gabungan ketiga, yang merupakan bagian dari kerja sama pelatihan bilateral Pakistan-Rusia yang sedang berlangsung. Latihan pertama diadakan di Pakistan pada 2016, dan yang kedua di Rusia pada 2017.
Islamabad dan Moskow telah meningkatkan kerja sama pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah hubungan Pakistan dan Amerika Serikat (AS) memburuk.
Tahun lalu, Islamabad menerima empat helikopter tempur Mi-35 dari Moskow seharga USD153 juta.
Moskow telah menunjukkan minatnya pada proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) bernilai multi-miliar dolar, yang merupakan bagian dari insiatif ekonomi paling ambisius di Beijing, One Belt One Road.
Proyek senilai USD64 miliar dolar itu akan menghubungkan wilayah barat laut China ke Pelabuhan Gwadar, di barat daya Pakistan melalui jalan raya, rel kereta api, hingga jalur pipa untuk transportasi kargo, minyak, dan gas.
Rute ini akan menjadi rute terpendek ke kargo China yang ditujukan untuk Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika.
Pakistan telah setuju memberi Rusia akses ke Pelabuhan Gwadar untuk aktivitas perdagangan.
Pengamat keamanan memandang latihan gabungan itu sebagai upaya Moskow untuk "menyeimbangkan" kesepakatan rudal dengan New Delhi.
India telah menandatangani kesepakatan senilai USD5 miliar untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke negara itu pada 5 Oktober.
"Moskow sedang mengejar pendekatan yang seimbang di kawasan itu. Rusia masih menjadi penyedia senjata terbesar di New Delhi, namun secara bersamaan dia ingin memperat hubungannya dengan Pakistan untuk melindungi kepentingan regionalnya, khususnya di Afghanistan," kata Brigadir Mahmood Shah, seorang analis keamanan yang menetap di Islamabad.