Maria Elisa Hospita
16 Desember 2017•Update: 18 Desember 2017
JENEWA
Perundingan damai Suriah yang digelar di Jenewa, berakhir tanpa hasil yang berarti.
Utusan PBB untuk Suriah menyalahkan rezim Suriah yang meminta banyak prasyarat sebelum berunding dengan delegasi oposisi.
Usai perundingan tahap ke-8 tersebut, Staffan de Mistura menemui delegasi rezim dan oposisi persatuan secara terpisah.
"Perundingan ini tidak menghasilkan apa pun. Kami bahkan tidak merundingkan apa pun," kata de Mistura saat konferensi pers di Jenewa.
Ia menyebut perundingan tersebut sebagai "kesempatan emas yang terlewatkan", karena tidak menghasilkan apa-apa.
De Mistura menunjukkan kekecewaannya dan mengatakan delegasi rezim hanya membahas isu terorisme selama perundingan.
Ia bertekad untuk menggelar perundingan tahap selanjutnya di Jenewa pada Januari.
Transisi politik
Setelah perundingan tersebut, pimpinan rezim Suriah, Bashar al-Ja'afari mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menggelar diskusi dengan delegasi oposisi sebelum pihak oposisi mencabut Deklarasi Riyadh 2.
Bulan lalu, delegasi oposisi menggelar konferensi "Riyadh 2" yang menghasilkan deklarasi yang menyatakan bahwa pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad tidak punya peran dalam transisi politik.
Kemudian Selasa lalu, delegasi persatuan oposisi Suriah bersikeras untuk berdiskusi langsung dengan delegasi rezim demi mengakhiri krisis di negaranya.
De Mistura menilai permintaan rezim sebagai pendekatan yang tidak mungkin dan tidak logis.
"Saya tidak melihat ada usaha dari pemerintah untuk berdiskusi, sementara pihak oposisi sudah mengusahakannya," tandas de Mistura.
Mengenai proses evakuasi medis dari Ghouta Timur, pemimpin delegasi oposisi di Jenewa, Nasr al-Hariri mengatakan: "Rezim Suriah menyabotase proses politik. Perundingan Jenewa benar-benar berada dalam posisi sulit".
"Jika situasi ini berlangsung terus-menerus, saya rasa perundingan lainnya tidak akan berjalan efektif," ujar de Mistura.
Bulan lalu, de Mistura mengajukan perundingan langsung antara kedua pihak tanpa prasyarat. Persatuan oposisi menerima tawaran tersebut, namun delegasi rezim menolaknya.
Perundingan damai yang digagas PBB telah dimulai kembali di Jenewa pada pekan lalu tanpa partisipasi dari delegasi rezim. Mereka menghadiri perundingan yang digelar lima hari kemudian, pada Senin, tanpa memberikan alasan apa pun.
Perundingan "empat keranjang" - konstitusi, pemerintah, pemungutan suara, dan perang melawan terorisme - telah dilakukan, termasuk juga isu mengenai tahanan, korban penculikan, orang hilang, dan akses kemanusiaan.