Umar Farooq
26 Januari 2019•Update: 27 Januari 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Pentagon mengatakan pada Jumat pihaknya tidak menerima perintah untuk mengirim pesawat atau kapal ke Venezuela.
Konfirmasi Pentagon disampaikan menyusul demonstrasi besar-besaran akibat krisis ekonomi negeri itu yang membuat pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan diri sebagai presiden sementara.
“Tidak ada pemberian wewenang atau perintah untuk mengirim pesawat atau semacamnya,” kata seorang pejabat Pentagon kepada Anadolu Agency.
"Kami mendukung mitra kami di kawasan itu dan mendukung rakyat Venezuela," pejabat itu menambahkan.
Namun, ketika ditanya apakah militer AS bersedia melindungi para diplomat di Venezuela, dia menegaskan bahwa Komando Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM), yang bertanggung jawab atas operasi keamanan di Amerika Tengah dan Selatan, akan siap dalam keadaan seperti itu.
"Kami selalu diposisikan untuk mendukung mitra dan sekutu kami di wilayah ini. Jadi ya, kami - jika terjadi sesuatu - kami siap mendukung orang-orang kami," kata pejabat itu.
Pada hari Rabu, Guaido, presiden Majelis Nasional Venezuela, menyatakan pemimpin negara itu, Nicolas Maduro, "tidak sah”.
Guaido mengumumkan, dia akan menjadi pemimpin dengan mengajukan klausul dalam Konstitusi Venezuela.
Pengumuman itu diikuti pengakuan dari Presiden AS Donald Trump bahwa Guaido sebagai presiden baru Venezuela.
Kedua negara terlibat dalam ketegangan diplomatik dengan Maduro menyatakan memutuskan hubungan diplomatik dengang AS dan memberi waktu 3 hari bagi seluruh diplomat AS untuk angkat kaki.
AS menolak permintaan Maduro, tetapi kemudian memanggil kembali semua personel non-inti dari Venezuela.
* Kasim Ileri berkontribusi pada artikel ini