Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Desember 2019•Update: 10 Desember 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Perdana Menteri Pakistan menegaskan kembali seruannya untuk intervensi internasional di Kashmir yang dikelola India dan mengimbau hati nurani dunia untuk bertindak melawan aneksasi ilegal yang dilakukan New Delhi.
Pada Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, Imran Khan mengutuk pelanggaran berat hak asasi manusia di Jammu dan Kashmir, terutama setelah pencabutan kontroversial hak khusus wilayah lembah itu pada Agustus lalu, yang memicu kecaman dunia.
Hari Hak Asasi Manusia diperingati setiap tahun pada 10 Desember sejak negara-negara di Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 1948 .
"Pada hari Hak Asasi Manusia kita harus naik banding ke hati nurani dunia, kepada penegak hukum internasional dan kepada DK PBB [Dewan Keamanan PBB] untuk bertindak melawan aneksasi ilegal IOJK [Jammu dan Kashmir yang diduduki India] oleh pemerintah India," kata Khan di twitter.
Dia mengutuk pengepungan pemerintah India atas Kashmir dan menuntut diakhirinya penganiayaan yang kejam terhadap pria, wanita dan anak-anak oleh pasukan Pendudukan India yang melanggar semua asas Hukum Humaniter dan Hak Asasi Manusia.
"Kami memberi penghormatan dan berdiri teguh dengan warga Kashmir yang berani berjuang untuk hak menentukan nasib sendiri," tambah Khan.
Sementara itu, hari itu juga diperingati sebagai "hari kelam" oleh sejumlah kelompok di Kashmir yang menentang langkah kontroversial India.
Hubungan yang telah lama terjalin antara India-Pakistan telah merosot ke level terendah setelah India menghapus status khusus Jammu dan Kashmir.
Banyak yang khawatir langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengubah demografi negara mayoritas Muslim itu.
Jammu dan Kashmir itu dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.
Sejak berpisah pada 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir.
Sejumlah kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir berperang melawan pasukan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk bersatu dengan negara tetangga Pakistan.
Menurut sejumlah organisasi hak asasi manusia, ribuan orang tewas akibat konflik di wilayah itu sejak 1989.