Hakan Copur dan Seyit Aydogan
16 Januari 2018•Update: 17 Januari 2018
Hakan Copur dan Seyit Aydogan
ANKARA
Perdana Menteri Binali Yildirim pada Senin mengkritik Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini mengumumkan rencana untuk membentuk tentara perbatasan yang dipimpin oleh teroris PKK/PYD di Suriah.
Yildirim mengatakan bahwa AS memperlakukan Turki sebagai 'musuh'.
Pada Minggu, koalisi internasional pimpinan AS untuk melawan Daesh mengumumkan bahwa mereka akan membentuk pasukan keamanan baru yang beranggotakan 30.000 pasukan dengan SDF, yang sebagian besar dikendalikan dan dipersenjatai oleh organisasi teroris PKK/PYD di Suriah.
"Negara-negara dengan ambisi imperialis secara terang-terangan mendukung kelompok-kelompok teror untuk melawan Turki," kata Yildirim.
Yildirim mendesak AS untuk menyadari kesalahannya dan membatalkan rencana tersebut.
Mengenai mortir yang ditembakkan dari Suriah ke provinsi Kilis, Turki Selatan, Yildirim mengatakan bahwa Turki akan menanggapi upaya tersebut.
"Mereka menembakkan api dari wilayah Kobane dan Afrin terus-menerus. Kami tidak akan takut menghadapi mereka," tambah Yildirim.
Turki sejak lama memprotes dukungan AS untuk kelompok teror PKK/PYD, sementara Washington telah menepis kritik tersebut dengan mengatakan bahwa ia memerlukan bantuan kelompok teroris untuk memerangi Daesh di Suriah.
PKK/PYD adalah cabang PKK di Suriah, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
PKK telah melancarkan kampanye teror melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, yang telah mengakibatkan tewasnya lebih dari 40.000 pasukan keamanan dan warga sipil, termasuk lebih dari 1.200 orang sejak Juli 2015.