Maria Elisa Hospita
22 Agustus 2019•Update: 22 Agustus 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM
Aliansi oposisi Sudan telah menunjuk pakar ekonomi Abdullah Hamdok, 61, sebagai perdana menteri yang baru.
Hamdok adalah warga sipil pertama yang memegang jabatan itu dalam 30 tahun terakhir.
Dia dilantik pada Rabu malam dan akan menjalankan tugasnya selama tiga tahun tiga bulan ke depan.
Setelah lulus dari Universitas Khartoum, Hamdok yang juga adalah warga negara Inggris, meraih gelar master dan doktor dari University of Manchester Inggris.
Pada 2017, mantan presiden Omar al-Bashir menawarinya untuk memimpin kementerian, tetapi dia menolaknya.
Hamdok pernah bekerja untuk African Development Bank dan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afrika (ECA).
Dia juga menjabat sebagai direktur New Partnership for Africa’s Development (NEPAD) dan direktur regional untuk Afrika dan Timur Tengah di International IDEA.
Selama lebih dari 30 tahun, Hamdok mengabdikan dirinya untuk bidang reformasi sektor publik, pemerintahan, integrasi regional dan manajemen sumber daya di beberapa negara Afrika, termasuk Zimbabwe, Afrika Selatan dan Ethiopia.