Muhammad Abdullah Azzam
22 Agustus 2019•Update: 22 Agustus 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Rezim Bashar al-Assad kembali mengancam pasukan Turki di Suriah dengan melancarkan serangan ke dekat pos militer No. 8 di Provinsi Idlib.
Pesawat-pesawat jet rezim melakukan serangan ke dekat pos pengamatan militer Turki No. 8 di distrik Maaretinuman.
Serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan apa pun di pos pengamatan Turki yang terletak di daerah Sirman, bagian utara distrik Khan Sheikhun.
Rezim masih terus melancarkan serangan dan mengepung distrik Khan Sheikhun, pintu masuk bagi pasukan Assad dan sekutunya di selatan provinsi Idlib.
Rezim telah bergerak maju ke selatan Idlib selama 10 hari terakhir atas bantuan kelompok-kelompok teroris dukungan Iran dan Rusia.
Hampir sejuta orang beremigrasi ke perbatasan Suriah-Turki sejak kesepakatan Idlib yang ditandatangani pada 17 September tahun lalu.
Pada 19 Agustus kemarin rezim Assad melancarkan serangan udara terhadap pos militer Turki yang sedang bergerak di selatan distrik Khan Sheikhun.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai 13 lainnya.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.