Hayati Nupus
16 Desember 2019•Update: 16 Desember 2019
Mahmut Geldi
BEIRUT
Puluhan orang terluka akibat bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan yang berlangsung selama empat jam di ibu kota Lebanon, Beirut.
Pada Minggu malam, ribuan demonstran berkumpul di Lapangan Martir untuk memprotes konsultasi pencalonan perdana menteri baru yang rencananya akan digelar hari ini di parlemen.
Ketegangan meningkat setelah demonstran maju ke arah gedung parlemen dan berupaya menerobos pembatas, namun pasukan keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau mereka.
Demonstran melempari polisi dengan batu ketika bentrokan berlanjut hingga larut malam.
Belasan korban terluka berasal dari kedua pihak.
Unit Pertahanan Sipil Libanon mengatakan lebih dari 72 pengunjuk rasa dirawat dan 20 lainnya dilarikan ke rumah sakit.
Pasukan keamanan beraksi sejak demonstrasi anti-pemerintah digelar mulai 17 Oktober.
Lebanon dilanda demonstrasi massa yang eskalasinya terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir terkait rencana kenaikan pajak.
Kerusuhan memaksa Perdana Menteri Saad Hariri untuk mengundurkan diri pada 29 Oktober, tanpa ada kesepakatan tentang pemerintahan baru.
*Ditulis oleh Burak Bir