Maria Elisa Hospita
07 Mei 2019•Update: 07 Mei 2019
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Korban tewas akibat wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah bertambah menjadi 979 jiwa sejak Juli lalu.
Lewat sebuah pernyataan resmi, Kementerian Kesehatan DRC mengungkapkan bahwa di antara 1.572 kasus demam berdarah yang dilaporkan, sekitar 1.506 dikonfirmasi sebagai kasus Ebola.
"Hampir 90 orang dirawat karena penyakit ini, sementara 439 telah pulih dari virus," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Kongo, pada Selasa.
Sekitar 66 orang di Kongo meninggal dunia setelah terserang demam berdarah, tetapi tidak dapat diverifikasi apakah mereka meninggal dunia karena Ebola.
Sebagai bagian dari kampanye yang dimulai pada 2018, sejumlah 111.920 orang divaksinasi terhadap virus Ebola.
Ebola - demam tropis yang muncul pertama kali pada 1976 di Sudan dan DRC - dapat ditularkan ke manusia dari hewan.
Virus Ebola juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh, orang yang terinfeksi, atau orang yang meninggal karena virus.
Wabah itu sempat menjadi ancaman global pada 2014, yang menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi sekitar 28.600 lainnya di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.
* Ditulis oleh Gozde Bayar