Maria Elisa Hospita
31 Agustus 2019•Update: 02 September 2019
Shadi Khan Saif
KABUL
Taliban di Afghanistan telah menyerbu pusat kota di utara negara itu, mendorong pasukan khusus tentara untuk terlibat.
Menurut sumber resmi dan saksi mata, para pemberontak memulai serangan mereka dari empat arah di Kota Kunduz pada Sabtu pagi, sehingga memicu kegemparan di antara penduduk setempat.
Dalam serangkaian cuitan, Feroz Bashari, juru bicara pemerintah, mengatakan bahwa sedikitnya 26 pejuang Taliban tewas dalam serangan udara pertama di Zakhail, Kunduz.
Dia bahkan menuding Taliban menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.
"Taliban berada di bawah tekanan ekstrem di provinsi-provinsi Badakhshan, Takhar dan Baghlan," tambah Bashari.
“Mereka telah meluncurkan serangan di Kunduz untuk mengalihkan perhatian media. Kami memiliki cukup pasukan di Kunduz untuk mengusir serangan Taliban dan memberikan perlindungan kepada warga sipil," tegas dia.
Sarwar Hussaini, seorang pejabat senior kepolisian di provinsi itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan dimulai pada Sabtu sekitar pukul 02.00 pagi (2130GMT Jumat) dan pertempuran terus berlanjut hingga saat ini.
Sementara itu, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahed menyangkal militan menggunakan warga sipil sebagai perisai.
Dia mengklaim setidaknya 10 pasukan keamanan tewas dan masih banyak lagi yang ditangkap dalam bentrokan yang sedang berlangsung.
Kunduz, pernah dijadikan sebagai markas Taliban di utara, dan sempat diduduki dua kali oleh kelompok itu pada 2015 dan 2016. Kota ini menghubungkan banyak provinsi di utara dengan ibu kota, Kabul.
Serangan itu terjadi menjelang perundingan damai putaran kesembilan antara AS dan Taliban yang rencananya akan berlangsung di ibu kota Qatar, Doha, pada Sabtu.
Serangkaian serangan telah meletus di Afghanistan menjelang pemilihan presiden bulan depan, yang ditentang oleh pemberontak Taliban.