Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Februari 2019•Update: 07 Februari 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Keengganan Taliban untuk duduk bersama pemerintah Afghanistan telah "mendinginkan" proses perdamaian, kata Duta Besar Afghanistan untuk Turki.
Abdul Rahim Sayed Jan mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tidak ada kemajuan dalam proses perdamaian karena keengganan Taliban untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan.
Menjawab pertanyaan Anadolu Agency di sebuah acara perayaan Hari Kemerdekaan Sri Lanka ke-71 di Ankara, Jan mengatakan setelah Taliban menolak untuk duduk dengan pemerintah Afghanistan, seluruh proses kini menjadi dingin.
"Amerika berusaha meyakinkan mereka Taliban untuk duduk bersama Kabul. Tanpa duduk bersama, proses perdamaian tidak berarti apa-apa. Mereka bertempur melawan pemerintah dan negara, jadi pemerintahlah yang harus mereka ajak bicara," tambah Jan.
Dia juga menyinggung soal pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato kenegaraannya pada Selasa, di mana dia mengatakan penarikan AS dari Afghanistan terkait dengan pengembangan proses perdamaian.
Mengenai klaim pejabat Taliban yang dilaporkan oleh media pada Rabu bahwa AS telah berjanji untuk menarik diri dari Afghanistan dalam dua bulan, Jan membantah dan mengatakannya sebagai propaganda Taliban.
Berbicara tentang pertemuan baru-baru ini antara perwakilan Taliban dan mantan pejabat Afghanistan di Moskow, dia mengatakan bahwa itu adalah pertemuan informal yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah Afghanistan atau Rusia.
Namun, katanya, pemerintah Afghanistan akan menunggu untuk melihat apa yang akan mereka bawa ke atas meja.
"Semua orang berbicara tentang perdamaian, tetapi bagaimana itu akan dicapai? Tidak ada proposal konkret yang dibuat kecuali oleh pemerintah Afghanistan," tegas Jan.