Astudestra Ajengrastrı
27 Juli 2018•Update: 28 Juli 2018
Sertac Bulur
ANKARA
Sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat oleh AS dan Turki, kelompok teror PKK/PYD-YPG harus menarik diri dari Manbij, kota di utara Suriah, dan bagian barat Sungai Eufrat. Kini, para teroris itu diketahui menjual senjata-senjata mereka ke pasar gelap untuk mencari uang.
AS hingga kini terus mengirim senjata-senjata baru kepada para teroris, terutama PKK/PYD-YPG, meski mereka telah berjanji untuk menarik kembali senjata yang sebelumnya diberikan kepada kelompok-kelompok teror di utara Suriah tersebut, kata sumber-sumber lokal Anadolu Agency di Suriah.
Konvoi 200 truk dari AS membawa kendaraan-kendaraan perang, persenjataan berat dan amunisi memasuki Suriah lewat Gerbang Perbatasan Semelka yang saat ini berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Regional Kurdi-Irak (KRG).
Di tempat terpisah di sebelah utara Suriah, para teroris PKK/PYD-YPG menjual senjata-senjata yang mereka terima dari AS di pasar gelap. Ini dilakukan untuk membiayai kelompok mereka, sekaligus menjaga sirkulasi senjata agar tetap berada di wilayah.
Menurut kesepakatan Manbij antara Turki dengan AS, kelompok teror YPG yang berafiliasi dengan PKK harus menarik diri dari kota tersebut sampai akhir 2018 untuk menstabilkan wilayah. Mereka juga diharuskan menyerahkan kembali senjata-senjata yang mereka terima dari AS.
Alih-alih menyerahkan kembali senjata-senjata ini ke AS, kelompok teror ini memilih menjualnya dan memastikan senjata tetap berada di wilayah sehingga bisa dipakai kembali untuk menyerang Turki dalam operasi lain di masa datang.
Meski begitu, AS terus menyediakan dukungan senjata untuk kelompok teror di Suriah yang menyamarkan diri dengan nama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) -- proksi regional dari kelompok teror PKK.
Dalam kampanye teror mereka sepanjang 30 tahun melawan Turki, PKK telah menewaskan sekitar 40.000 nyawa, termasuk wanita dan anak-anak. YPG/PKK adalah cabang-cabang Suriahnya.