Surya Fachrizal Aprianus
07 Juli 2018•Update: 08 Juli 2018
Hemn Baban
ERBIL, Irak
Setidaknya perlu lima tahun lagi untuk memberantas sumber pendanaan Daesh di Irak, kata pejabat senior Kurdi di Irak.
Dalam wawancara dengan Anadolu Agency, Jabbar Yavar, Sekretaris Jenderal Kementerian Urusan Peshmerga untuk Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) di Irak utara, memprediksi masa depan eksistensi kelompok teror Daesh di Irak.
Akhir tahun lalu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan, kehadiran pasukan Daesh di negara itu telah dimusnahkan.
Yavar menilai pernyataan Al-Abadi terlalu optimis.
“Menurut laporan intelijen yang dikumpulkan koalisi internasional [yang dipimpin AS], Daesh yang pernah menguasai Mosul [kota terbesar kedua di Irak], dan mampu menjual minyak sebagai sumber finansial, telah dinetralkan untuk sementara,” kata Yavar.
“Tapi mereka akan muncul kembali dengan nama lain,” kata Yavar menambahkan.
Kata Yavar, saat ini Daesh sedang berkonsolidasi di bawah tanah seperti Al-Qaeda. Katanya, Daesh mendirikan pos-pos pemeriksaan palsu di jalan raya untuk mencegat dan membunuh pasukan keamanan.
Menurut Yavar, Daesh telah menderita kekalahan besar dalam beberapa bulan terakhir, dan sekarang dalam proses reorganisasi.
Menurut catatan Yavar, frekuensi serangan Daesh baru-baru ini melonjak. Terutama di sepanjang jalan raya yang menghubungkan ibu kota Baghdad ke provinsi Kirkuk yang kaya minyak.
"Fakta bahwa Daesh sekarang menculik orang untuk tebusan dan melakukan banyak serangan bunuh diri, menunjukkan kondisi mereka sangat lemah," kata Yavar.
"Tapi tindakan seperti itu masih efektif untuk meneror publik," tambahnya.
Lima tahun
Menurut pejabat Kurdi itu, data intelijen yang dikumpulkan oleh koalisi pimpinan AS pada 2015 menyimpulkan, dibutuhkan setidaknya lima tahun untuk memberantas sumber pendanaan Daesh.
Yavar mengingatkan, beberapa bagian Irak, seperti wilayah Pegunungan Hamrin antara Diyala dan Saladin dan daerah Sahra Mosul, masih berada di luar kendali pemerintah pusat Irak.
Kata Yavar, tidak ada bagian Irak yang masih di bawah kendali Daesh. Tapi di beberapa daerah perkotaan, para teroris masih memiliki kendali.
* Ali Murat Alhas berkontribusi dalam laporan ini dari Ankara