Maria Elisa Hospita
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Sefa Sahin
ANKARA
Wakil Perdana Menteri Turki dan juru bicara pemerintah Bekir Bozdag pada Senin menyebut laporan kantor berita SANA yang melaporkan kelompok milisi pro rezim Bashar al-Assad tengah bersiap memasuki Afrin sebagai laporan yang tidak realistis.
"Meskipun kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa sebuah pasukan terkait dengan rezim Suriah akan memasuki Afrin, kabar ini belum dikonfirmasi oleh otoritas lokal. Kabar ini tidak realistis, dan tidak berdasarkan fakta," kata Bozdag kepada wartawan, setelah rapat kabinet di Ankara.
"Akan ada konsekuensi berat jika rezim Suriah mengirimkan pasukan ke Afrin untuk mendukung organisasi teror," tambah dia.
Sebelumnya, SANA melaporkan bahwa "Pasukan Populer" pro-rezim akan memasuki Afrin, barat laut Suriah, di mana operasi militer Turki untuk memberantas teroris YPG/PKK-Daesh sedang berlangsung.
Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari. Staf Militer Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, juga untuk melindungi rakyat Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Pihak militer juga mengatakan, sasaran satu-satunya operasi ini adalah teroris, dan keselamatan penduduk sipil menjadi prioritas utama.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Organisasi teroris YPG/PKK-Daesh dilaporkan telah melakukan perundingan dengan rezim Suriah setelah lebih dari 70 area strategis dibebaskan selama Operasi Ranting Zaitun.