12 Oktober 2017•Update: 12 Oktober 2017
Ercan Canpolat
ANKARA
Pada Rabu, Turki mengkritik keputusan Denmark menolak ekstradisi tersangka kaki tangan penyerang kelab malam di Istanbul. Denmark membebaskan pria itu dari semua tuntutan.
"Keputusan Denmark menolak permohonan Turki dengan alasan klaim ekstradisi kami tidak berdasar - individu ini diduga terkait secara langsung dengan serangan teror di mana 39 korban dari berbagai negara tewas. Penolakan ini menjadi sebuah pukulan dalam upaya internasional memerangi terorisme," bunyi sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki.
Pada Selasa, polisi Denmark mengatakan Ibrahimjon Asparov, 42 tahun, dibebaskan setelah ditahan sejak Juli.
Tersangka beretnis Uzbek itu ditahan setelah permintaan ekstradisi oleh Turki, namun permintaan itu ditolak dan Asparov tidak dituntut sama sekali di Denmark.
Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan penolakan ekstradisi dan pembebasan Asparov adalah "pelanggaran kebijakan PBB terkait perlawanan terhadap Daesh".
"Dalam konteks perlawanan teroris asing dan menurut resolusi Dewan Keamanan PBB, sejauh ini Turki telah mendeportasi 5.217 warga asing yang diduga terkait zona konflik.
"Hasil operasi kami selama ini ada penahanan 8.447 individu yang terlibat dengan Daesh, Al-Nusra dan Al-Qaida, termasuk 3.831 warga asing. Selain itu, 2.946 individu terkait kelompok-kelompok itu telah ditahan. Dengan itu, semua pihak harus bergerak dengan tekad yang sama," lanjut pernyataan mereka.
Atas permintaan Turki, Asparov ditahan pada 29 Juni dengan bantuan intel Denmark. Dia kemudian dibebaskan, namun ditahan lagi pada 20 Juli.
Asparov dituduh memasok senjata dan amunisi kepada Abdulgadhir Masharipov, tersangka utama dalam serangan di kelab malam Reina di Istanbul.
Setidaknya 39 orang, termasuk seorang petugas polisi, tewas ketika seorang pria mulai menembaki pengunjung kelab pada malam Tahun Baru.
Pada 16 Januari Masharipov ditangkap polisi di distrik Esenyurt di Istanbul. Empat tersangka lainnya, termasuk pria beretnis Kyrgyz dan tiga orang perempuan, juga ditahan.