Nour Abu Aisha
24 Januari 2018•Update: 24 Januari 2018
Nour Abu Aisha
KOTA GAZA, Palestina
Faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza telah mengecam kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ke Yerusalem di tengah meningkatnya ketegangan karena pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Kunjungan Pence adalah pelecehan bagi kami! Pemerintah AS telah memposisikan diri sebagai musuh rakyat Palestina," ujar Ismail Radwan, seorang pimpinan kelompok Hamas, di hadapan aksi protes yang digelar faksi-faksi Palestina, di Kota Gaza, Selasa.
Pence memulai kunjungannya selama dua hari ke Israel pada Senin, satu bulan setelah Presiden Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Di hadapan Knesset Israel (parlemen), Pence mengatakan bahwa AS akan membuka Kedutaan Besar AS di Yerusalem "sebelum akhir tahun depan".
Pada Selasa, pejabat tinggi AS dijadwalkan untuk mengunjungi Tembok Al Buraq, sebelah barat kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.
"Kunjungan Pence ke Tembok Al Buraq adalah bentuk provokasi terhadap perasaan Muslim," kata Radwan, yang kemudian menyerukan pada pejabat Palestina untuk turut mengecam Wakil Presiden AS selama kunjungan tersebut.
"Setiap pertemuan antara pejabat Palestina dan Pence adalah pengkhianatan bagi kepentingan Palestina," tegas dia.
Pejabat Palestina telah menolak untuk bertemu dengan Pence sebagai bentuk protes atas keputusan Trump bulan lalu, yang telah memicu kecaman dan aksi protes di wilayah Palestina, hingga menyebabkan sedikitnya 17 orang Palestina tewas.