Ekip
15 Desember 2021•Update: 16 Desember 2021
JENEWA
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa mengatakan bahwa jenis baru virus korona Omicron telah dikonfirmasi di 77 negara dan menyebar lebih cepat daripada varian sebelumnya.
"Omicron mungkin ada di sebagian besar negara, meskipun belum terdeteksi. Omicron menyebar dengan kecepatan yang belum pernah kita lihat dalam varian sebelumnya," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa.
Omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan bulan lalu, dinyatakan sebagai varian yang mengkhawatirkan oleh badan kesehatan PBB itu.
Dia menyatakan keprihatinannya atas orang-orang yang menganggap Omicron sebagai penyakit ringan.
Tedros juga mengatakan bahwa bahkan jika itu menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, jumlah kasus yang banyak sekali lagi dapat membanjiri sistem kesehatan yang tidak siap.
Dia meminta negara-negara untuk menerapkan langkah-langkah bersama dengan vaksinasi untuk keluar dari krisis.
Beberapa negara telah meluncurkan kampanye vaksin booster, dan itu dapat menyebabkan "penimbunan vaksin yang kita lihat tahun ini dan memperburuk ketidakadilan," ujar dia.
“WHO tidak menentang booster. Kami menentang ketidakadilan. Perhatian utama kami adalah menyelamatkan nyawa, di mana-mana,” tekan direktur WHO.
"Memberikan booster kepada kelompok dengan risiko rendah penyakit parah atau kematian hanya membahayakan nyawa mereka yang berisiko lebih tinggi atau masih menunggu dosis utama mereka karena keterbatasan pasokan."
"Prioritas di setiap negara dan secara global harus melindungi yang paling tidak terlindungi, bukan yang paling terlindungi," tegas Tedros.
Berbagi data, kata dia, mengungkapkan 41 negara masih belum dapat memvaksinasi 10 persen dari populasinya, dan 98 negara belum mencapai 40 persen.
"Jika kita mengakhiri ketidaksetaraan, kita mengakhiri pandemi. Jika kita membiarkan ketidakadilan berlanjut, kita membiarkan pandemi berlanjut," tukas dia.