İqbal Musyaffa
15 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor 10 barang utama Indonesia pada periode Januari-Februari 2019 melambat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan dari 10 golongan barang utama, hanya tiga barang yang mengalami peningkatan ekspor.
“Ketiga barang tersebut adalah kendaraan dan bagiannya, besi dan baja, serta pakaian jadi bukan rajutan,” jelas dia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Ekspor kendaraan dan bagiannya pada dua bulan pertama tahun ini meningkat 10,59 persen menjadi USD1,25 miliar dari USD1,13 miliar pada periode Januari-Februari 2018.
Kemudian ekspor besi dan baja pada Januari-Februari 2019 sebesar USD986 juta, meningkat 36,58 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan total ekspor USD722 juta.
Selanjutnya, dia menambahkan ekspor pakaian jadi bukan rajutan juga meningkat 2,83 persen pada dua bulan pertama tahun ini menjadi USD792 juta dari USD770 juta pada periode yang sama tahun lalu.
“Untuk tujuh barang utama lainnya mengalami penurunan ekspor,” tambah Suhariyanto.
Ketujuh barang utama yang mengalami penurunan ekspor adalah bahan bakar mineral yang mengalami penurunan ekspor 8,77 persen year on year pada periode Januari-Februari 2019 menjadi USD3,59 miliar. Kemudian, ekspor lemak dan minyak hewani/nabati juga merosot 15,06 persen menjadi USD2,94 miliar pada dua bulan pertama tahun ini.
Suhariyanto menambahkan ekspor mesin dan peralatan listrik juga turun 11,74 persen menjadi USD1,21 miliar pada Januari-Februari tahun ini. Begitupun dengan perhiasan dan permata pada dua bulan pertama tahun ini turun 6,53 persen menjadi USD1,08 miliar.
Dia melanjutkan golongan barang utama lainnya yang mengalami penurunan ekspor adalah karet dan barang dari karet yang merosot 13,11 persen menjadi USD925 juta pada periode dua bulan pertama tahun ini.
Kemudian mesin-mesin dan pesawat mekanik juga mengalami penurunan ekspor sebesar 13,34 persen menjadi USD817 juta. Selanjutnya golongan barang alas kaki juga mengalami penurunan ekspor 4,89 persen menjadi USD800 juta.
Secara keseluruhan ekspor 10 barang utama tersebut pada dua bulan pertama tahun ini turun 6,53 persen menjadi USD14,4 miliar dari periode yang sama tahun lalu USD15,4 miliar.
“Ini harus menjadi perhatian karena porsi ekspor sepuluh golongan barang utama ini pada Januari-Februari 2019 mencapai 59,73 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas,” ungkap Suhariyanto.