Iqbal Musyaffa
21 Oktober 2020•Update: 22 Oktober 2020
JAKARTA
Pemerintah menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur informasi, komunikasi, dan telematika (ICT) menjadi fokus Indonesia di tengah pandemi Covid-19 untuk bisa mendorong upaya pemulihan ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam diskusi The New Normal: Driving Economic Recovery through Digital Inovation yang diselenggarakan Asian Development Bank mengatakan pandemi Covid-19 menghantam seluruh lapisan masyarakat dan juga aktivitas bisnis.
“Pandemi ini menekankan pentingnya teknologi digital untuk bisa bertahan di tengah pembatasan sosial akibat krisis kesehatan,” jelas dia dalam diskusi virtual, Rabu.
Oleh karena itu, Menteri Sri Mulyani mengatakan proses digitalisasi harus terus ditingkatkan.
Menteri Sri Mulyani mengatakan upaya reformasi digital tersebut tercantum dalam APBN 2021 dengan alokasi anggaran USD2 miliar atau sekitar Rp30,5 triliun untuk pengembangan investasi ICT.
“Defisit fiskal tahun depan yang dirancang 5,7 persen PDB diarahkan untuk mengakomodir banyak prioritas, termasuk pengembangan ICT,” ungkap dia.
Menteri Sri Mulyani menargetkan upaya tersebut bisa mendorong kesetaraan akses dan konektivitas internet di 4.000 desa dan kelurahan tertinggal.
Dia mengatakan Indonesia sama seperti negara ASEAN pada umumnya terkendala pada akses internet yang belum merata di beberapa wilayah.
Pemerataan akses internet dapat berdampak signifikan pada pelayanan publik dan berbagai manfaat lainnya, termasuk pada saat siswa harus belajar dari rumah akibat pandemi.
“Tidak semua siswa memiliki akses ke internet ataupun perangkat mobile. Bahkan, beberapa siswa tidak memahami teknologi digital (digitally illiterate) yang membuat mereka tertinggal,” tambah Menteri Sri Mulyani.
Selain itu, banyak sektor usaha mikro dan kecil di daerah dan wilayah terluar belum terlibat dalam pemanfaatan teknologi digital akibat adanya kesenjangan akses internet.
Menteri Sri Mulyani mengatakan pemerintah menyadari perlu kerja keras untuk memenuhi kebutuhan akses internet untuk bisa mengambil keuntungan dari momentum krisis kesehatan saat ini.
“Investasi di sektor ini menjadi krusial untuk kita lengkapi dalam menghadapi tantangan di masa depan,” kata dia.
Dia menambahkan akselerasi transformasi digital di Indonesia terjadi secara meluas di tengah pembatasan aktivitas sosial yang didukung dengan upaya pemerintah menyediakan akses internet kepada masyarakat.
Menteri Sri Mulyani mengatakan pemerintah memberikan subsidi listrik kepada 40 persen populasi terbawah serta menyediakan akses internet gratis untuk siswa dan guru dalam aktivitas pembelajaran jarak jauh.
“Kita juga mendukung UMKM mengimplementasikan transformasi digital sebagai model bisnis yang baru,” ujar Menteri Sri Mulyani.
Kemudian, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengumumkan upaya pengembangan 1.000 start up hingga tahun 2024 agar bisa memperoleh pembiayaan.
Menteri Sri Mulyani menambahkan pemerintah juga menyediakan dukungan penuh kepada start up unicorn dan decacorn Indonesia melalui program pengembangan kualitas SDM seiring dengan pengembangan infrastruktur digital.
“Pemerintah berkomitmen mendorong konektivitas ke seluruh negeri karena kita adalah negara kepulauan yang luas, sehingga akselerasi ekonomi digital menjadi penting,” ungkap dia.
Menteri Sri Mulyani mengatakan pada akhir tahun lalu Indonesia telah menyelesaikan pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring sepanjang 35 ribu kilometer untuk menghubungkan secara digital pulau-pulau yang ada.
Pembangunan proyek Palapa Ring ini menggunakan skema pembiayaan kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP).
“Jaringan data broadband ini tidak hanya mendukung pertukaran data komunikasi dengan kualitas tinggi saja, tapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan layanan publik terbaik ke seluruh negeri,” ungkap dia.
Saat ini Indonesia juga sedang mengembangkan pembangunan satelit multi fungsi bernama Satelit Republik Indonesia (Satria) yang ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2023.
“Ini juga menggunakan skema PPP dan kita dukung melalui instrumen fiskal agar proyek ini terwujud,” tambah Menteri Sri Mulyani.
Dia berharap dengan adanya pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini bisa meningkatkan kesetaraan dan keterjangkauan akses internet berkecepatan tinggi di masyarakat.