İqbal Musyaffa
27 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Erric
Permana dan Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo mengajukan
nama Perry Warjiyo sebagai calon Gubernur Bank Indonesia menggantikan Agus
Martowardojo yang akan pensiun pada Maret mendatang.
Perry Warjiyo merupakan Deputi
Gubernur Bank Indonesia yang telah menjabat sejak 2013.
Jokowi, penggilan presiden, mengatakan
telah mengirimkan nama Perry ke DPR sebagai calon tunggal.
"Sudah kita kirimkan ke DPR coba
tanyakan ke DPR hanya satu nama, Pak Perry Warjiyo," ujar Joko Widodo di
Cikarang, Jawa Barat pada Selasa.
Presiden Jokowi menilai Perry memiliki
prestasi dan pengalaman di Bank Indonesia.
"Semua dilihat, prestasi,
penguasaan lapangannya. Saya kira beliau adalah Deputi paling senior, sudah
mengerti lah mengenai moneter, inflasi, kebijakan di Bank Indonesia,"
tambah dia.
Jokowi menyatakan kompetensi Perry
tidak diragukan lagi untuk memimpin Bank Indonesia.
Sementara
itu Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Perry Warjiyo sebagai calon tunggal
Gubernur BI yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai sosok yang
berpengalaman.
“Beliau
sudah menjadi Deputi Gubernur dan pernah jadi Executive Director di IMF.
Artinya pengalaman beliau banyak sekali,” ungkap Menteri Sri di Jakarta,
Selasa.
Dengan pengalaman yang dimiliki dapat
menjadi modal yang dibutuhkan Perry Warjiyo ketika menjadi Gubernur BI nanti.
Menteri Sri juga mengatakan, Gubernur
BI harus bisa menjaga hubungan dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS dalam
menghadapi situasi ekonomi Indonesia yang terus berubah karena pertumbuhan
ataupun karena faktor lingkungan global dan regional yang dinamis.
“Sebagai Deputi Gubernur, beliau sudah
menghadapi situasi yang dinamis. Maka, hubungan BI dengan instansi keuangan
lainnya harus makin erat dan baik,” tambah Menteri Sri.
Perry Warjiyo sudah menjabat sebagai
Deputi Gubernur BI sejak 15 April 2013 silam dan telah menjalani karir di bank
sentral sejak tahun 1984.
Sebelumnya, Perry pernah menjadi
Asisten Gubernur untuk perumusah kebijakan moneter, makroprudensial, dan
internasional setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen
Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter di Bank Indonesia.
Perry juga pernah menjabat sebagai
Direktur Eksekutif IMF selama dua tahun mewakili 13 negara anggota yang
tergabung dalam South East Asia Voting Group.
Calon tunggal Gubernur BI tersebut
merupakan pemegang gelar Master dan PhD bidang moneter dan keuangan
internasional dari Iowa State University Amerika Serikat (AS) pada tahun 1989
dan 1991.
Sementara untuk gelar S1 diperolehnya
dari Universitas Gadjah Mada pada 1982 sebagai Sarjana Ekonomi.