Iqbal Musyaffa
26 Desember 2019•Update: 27 Desember 2019
JAKARTA
Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di tingkat pusat sepanjang tahun 2019 mencapai 103,5 persen dari target.
Tahun ini, Baznas berhasil menghimpun dana ZIS serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp290 Miliar sedangkan target sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Baznas pada awal tahun ini sebesar Rp280 Miliar.
Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta mengatakan kenaikan penerimaan dana ZIS di Baznas Pusat ini juga tercermin pada gairah di Baznas tingkat provinsi dan kabupaten/kota maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang diperkirakan naik sekitar 24 persen di tahun 2019.
“Target penghimpunan total dana ZIS dan DSKL yang sebesar Rp9 Triliun pada tahun ini diperkirakan dapat tercapai Rp9,6 hingga Rp10,07 Triliun,” ujar Arifin dalam keterangan resmi, Kamis.
Arifin mengatakan kenaikan penghimpunan tersebut karena meningkatnya pelayanan Baznas dan LAZ untuk kemudahan zakat dari para muzaki di Indonesia.
“Jumlah penghimpunan zakat nasional tersebut diperkirakan didapat dari 54 persen pencapaian Baznas seluruh Indonesia dan 46 persen pencapaian LAZ seluruh Indonesia,” ungkap dia.
Arifin menjelaskan data pengumpulan nasional akan dihimpun Baznas pada akhir tahun dari seluruh data pengumpulan Baznas, LAZ, termasuk pencapaian unit pengumpul zakat (UPZ) se-Indonesia.
“Program-program penyaluran dari dana zakat tahun ini lebih terukur dengan adanya pendampingan dan monitoring program sehingga mustahik merasakan manfaat yang lebih besar,” kata Arifin.
Sepanjang 2019, Baznas di tingkat pusat berhasil menyalurkan dana zakat sebesar 91,75 persen, yang berarti pengelolaan zakat dilaksanakan dengan sangat efektif dan sepanjang tahun 2019, Baznas Pusat telah membantu mustahik sebanyak 755.536 jiwa.
Arifin mengatakan pada 2020 Baznas akan mendorong program pengumpulan zakat agar pengumpulannya terus meningkat sehingga makin banyak program yang bermanfaat bagi para mustahik.
Baznas mencanangkan pengumpulan zakat meningkat 24 persen, dengan mendorong umat Islam berzakat di Baznas, LAZ dan UPZ termasuk dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, dan pegawai di BUMN.
“Tahun 2020, kami tetap berharap dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan sebanyak 250 ribu jiwa orang miskin di Indonesia atau satu persen dari jumlah masyarakat miskin di Indonesia,” kata Arifin.