İqbal Musyaffa
26 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia sudah memobilisasi bantuan alat berat untuk membantu pembersihan puing-puing bangunan yang terhempas tsunami Selat Sunda di Lampung.
Dalam keterangan resminya yang diterima Anadolu Agency, Rabu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan alat-alat berat yang sudah disiagakan berupa 8 ekskavator, 10 dump truk, 5 loader, 3 ekskavator mini, dan 5 dozer.
“Ketersediaan alat berat berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) V Sumsel-Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung, BUMN Karya dan kontraktor setempat,” jelas Menteri Basuki dalam keterangan tersebut.
Menteri Basuki menambahkan tsunami juga mengakibatkan bangunan pengaman pantai atau breakwater yang dibangun Kementerian PUPR di Pantai Kalianda dan Rajabasa mengalami kerusakan.
Kerusakan bangunan pengaman pantai tersebut turut meredam daya rusak air yang bersumber dari tsunami.
Sementara itu, untuk peralatan air bersih dan sanitasi di Lampung Selatan, pemerintah telah mengirim 1 mobil tangki air kapasitas 4000 liter sebanyak 1 unit, 1 mobil vacum tinja, 1 mobil toilet kabin, 10 WC Portable, dan 5 bioseptik.
Kemudian untuk penanganan tsunami di Banten, Menteri Basuki menjelaskan saat ini fokus penanganan adalah pembersihan puing dan sampah pada ruas jalan terdampak Cilegon - Pasauran - Labuan, khususnya pada ruas Pantai Anyer - Pantai Carita sepanjang 11 km.
“Kondisinya kini sudah bersih dan terbuka,” ungkap Menteri Basuki.
Ruas jalan Cibaliung - Sumur sepanjang 2 km yang sempat terputus karena tertimbun puing dan sampah menurut dia, sudah dibersihkan dan akan tuntas pada hari ini.