Rıskı Ramadhan
27 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Selen Temizer, Mohamad Misto
GHOUTA TIMUR/ANKARA
Rekaman drone Anadolu Agency memperlihatkan penghancuran besar-besaran di Ghouta Timur, daerah pinggiran Damaskus yang dikepung pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Serangan yang menghantam daerah tersebut telah menghancurkan gedung-gedung apartemen di distrik Arbin, tempat rekaman itu diambil.
Daerah itu terlihat sunyi, sementara sejumlah warga sipil mencoba melarikan diri.
Sebagian warga keluar ke jalan, memuat barang-barang ke sepeda motor, mobil dan truk.
Rekaman tersebut juga memperlihatkan beberapa masjid selamat dari serangan rezim. Namun, menara salah satu masjid roboh.
Sementara satu masjid lainnya terlihat sudah hancur total, hanya menyisakan mimbar.
Air mancur di perempatan menjadi satu-satunya struktur yang tidak rusak.
Mulai 22 Maret lalu, evakuasi telah dilakukan dari Harasta, Arbin, Zamalka, dan distrik Ein Tarma di Ghouta Timur, sebagai bagian dari kesepakatan antara rezim dan kelompok oposisi bersenjata yang diperantarai Rusia. Harasta telah dievakuasi.
Lebih dari 11.000 orang, termasuk pejuang oposisi dan keluarga mereka telah dievakuasi dari Ghouta Timur.
Akhir Februari, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata di Suriah, terutama di Ghouta Timur untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Meskipun telah ada resolusi gencatan senjata, rezim dan sekutu-sekutunya awal bulan ini meluncurkan serangan darat – dengan dukungan udara Rusia – tujuannya merebut bagian-bagian yang dikuasai oposisi di daerah tersebut.
Sejak 19 Februari, serangan rezim dan sekutunya dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Ghouta Timur
Rumah bagi sekitar 400.000 warga sipil, Ghouta Timur, telah berada di bawah pengepungan melumpuhkan yang mencegah penyaluran bantuan kemanusiaan sejak lima tahun terakhir.