Rıskı Ramadhan
27 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Dildar Baykan, Omer Koparan
AZAZ, Suriah/ ANKARA, Turki
Sejumlah warga Tal Rifaat di utara Aleppo dan anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berkumpul untuk meminta Turki membantu membebaskan daerah mereka dari cengkeraman teroris YPG/PKK.
Sekitar 500 orang, termasuk warga sipil dan anggota FSA, meminta Turki untuk memperluas Operasi Ranting Zaitun hingga ke kota Tal Rifaat.
Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi kelompok-kelompok teroris dari Afrin di barat laut Suriah di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.
Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang kelompok teroris YPG/PKK dan berterima kasih kepada Turki untuk operasinya di wilayah Afrin.
Dengan membawa bendera Turki dan FSA, mereka juga mengangkat spanduk yang bertuliskan, "Kami menantikan operasi Tal Rifaat dari Tentara Pembebasan Suriah dengan dukungan Angkatan Bersenjata Turki."
Pada awal 2016, teroris YPG/PKK menyebar dari Afrin ke tenggara dengan dukungan Rusia dan rezim.
Dalam invasinya di Tal Rifaat, teroris-teroris YPG/PKK memaksa sekitar 250.000 orang Arab keluar dari daerah tersebut. Masyarakat mencari perlindungan ke Azaz, yang berada di bawah kendali oposisi dan bersebelahan dengan daerah Operasi Perisai Eufrat.
Kemudian, para teroris mulai menempatkan keluarga-keluarga Kurdi yang mereka bawa dari Afrin di Tal Rifaat.
Saat ini, ada sekitar 15.000-20.000 orang Kurdi dan Arab yang tinggal di daerah tersebut, namun hanya sekitar 700-800 dari mereka adalah warga Arab Tal Rifaat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) pada Minggu mengatakan, "Insya Allah, kami akan mencapai tujuan operasi ini dengan mengambil alih kendali Tal Rifaat dalam waktu dekat."
Pada Sabtu, masyarakat Tal Rifaat juga mengadakan aksi unjuk rasa untuk menuntut operasi militer Turki terhadap kelompok teroris YPG/PKK di kota tersebut.