27 Juli 2017•Update: 27 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp1,1 triliun untuk Kementerian Pertahanan akan dialokasikan untuk memperkuat sarana dan prasarana di perbatasan dan pulau terluar.
“Terutama untuk perbatasan. Di sana kami menanggulangi Daesh, memantau pergerakan peredaran Narkoba, melengkapi alustista perbatasan, termasuk menambahkan kapal tanpa awak juga,” ujarnya, seusai demo Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone di lapangan terbang Rumpin, Bogor, Kamis.
Alutsista yang akan dibeli itu di antaranya drone karya anak bangsa yang didemokan Kamis pagi ini. Drone tersebut dirancang untuk melakukan pengintaian, pemantauan dan pemetaan. Saat ini pemerintah telah memiliki sekitar 40 drone. Sebagian besar merupakan drone kecil hasil teknologi 5 tahun lalu. Rencananya, pemerintah akan menambahkan 10 drone lagi hasil produksi dalam negeri.
Total penambahan APBNP 2017 yang disetujui rapat kerja bersama Komisi I itu sebesar Rp5,4 triliun. Selain untuk Kementerian Pertahanan, anggaran itu akan dialokasikan sebesar Rp900 miliar untuk Mabes TNI, Rp1 triliun untuk TNI AD, Rp1 triliun untuk TNI AL dan RP1,2 triliun untuk TNI AU.
“Anggaran yang diajukan sudah tidak ada masalah, sudah selesai,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Selasa malam lalu, usai rapat kerja dengan Komisi I.