Hayati Nupus
30 Agustus 2017•Update: 31 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Perusahaan negara penghasil senjata PT Pindad tengah kesulitan memenuhi bahan baku untuk produksi Munisi Kaliber Kecil (MKK) akibat sulitnya proses impor. Saat ini Pindad sedang melirik pemasok lokal untuk kebutuhan tersebut.
“Stok bahan material kritis, kita berusaha cari pintu lain. Nanti akan difasilitasi oleh Kementerian BUMN. Nanti bahan materialnya bisa buat Pindad, bisa juga buat PT PAL,” ujar Sekretaris Perusahaan Pindad Bayu Fiantoro kepada Anadolu Agency, Rabu.
Selama ini bahan material MKK diperoleh dari negara lain. Hanya saja proses itu selalu terhambat oleh serangkaian persoalan teknis administrasi yang bisa memakan waktu 6 sampai 8 bulan.
Akibat kesulitan bahan baku tadi, Pindad menurunkan jumlah produksi MKK dari 170 juta unit menjadi 150 juta unit. Untungnya, produksi kendaraan tempur dan senjata berbagai varian masih berjumlah sama seperti rencana sebelumnya, sebanyak 50 unit dan 15.000 unit.
Tren ini berbeda dengan hasil rilis Badan Pusat Statistik Agustus lalu yang menyebutkan bahwaada kenaikan barang modal pada Juli 2017 naik 62,57 persen ketimbang bulan sebelumnya, khususnya untuk bahan pistol
“Target produksi turun. Harapannya kalau dapat sumber material baru, jumlah produksi kita tetap bisa seperti target awal,” ujar Bayu.
Dia menambahkan sebanyak 20 persen amunisi produksi Pindad diekspor ke luar ngeri. Sementara sisanya didistribusikan ke berbagai lembaga di dalam negeri, seperti untuk Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Kehutanan.
“Saat ini kami masih berusaha keras untuk menutupi kebutuhan di dalam negeri,” ujar Bayu.
Selain Alutsista, Pindad juga memproduksi mesin industri dan alat berat seperti ekskavator dam generator hingga crane kapal laut. Pindad sudah meneken kontrak untuk distribusi 500 unit alat berat. Namun hingga saat ini, Pindad baru mengirim 78 unit eskaator saja.
“ Pada satu sisi kami sangat siap. Tinggal menunggu konfirmasi pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya.