Maria Elisa Hospita
14 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Ankara dan Washington harus memperbanyak dialog dan kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan krisis yang sedang berkembang.
Dewan Amerika-Turki (ATC) yang bermarkas di Amerika Serikat menyatakan "sangat terganggu dengan pembebanan tarif baja dan aluminium Pemerintahan AS yang dikenakan ke Turki".
Sebelumnya, pada Jumat, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia menyetujui kenaikan tarif aluminium dan baja hingga dua kali lipat, masing-masingnya 20 persen dan 50 persen, yang mulai diberlakukan pada 13 Agustus.
"Kenaikan tarif yang tidak masuk akal akan merugikan perusahaan dan karyawan Amerika yang bergantung pada logam Turki untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka," kata kelompok usaha independen itu, Senin.
ATC juga menegaskan hubungan bisnis antara Ankara dan Washington secara historis didasarkan pada rasa saling hormat dan kerja sama.
"ATC memohon pada Pemerintahan Trump untuk mempertimbangkan kembali eskalasi perang dagang dan menyelesaikan perseteruan ini di meja perundingan," ujar organisasi itu.
Menurut ATC, komunitas Amerika-Turki harus bekerja sama mendorong kedua belah pihak untuk menemukan solusi dan landasan bersama untuk menjalin hubungan antara dua sekutu NATO.
"Kita harus menginspirasi peningkatan dialog, mengupayakan kolaborasi yang lebih besar, dan mendukung upaya dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang," tambah ATC.
Hubungan Turki dan AS tengah memanas setelah Washington menjatuhkan sanksi ke Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak bersedia membebaskan Pastor Amerika Andrew Brunson, yang diduga terlibat aktivitas terorisme di Turki.
*Muhammed Bilal Kenasari turut melaporkan dari Washington