Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Musab Turan, Elif Ferhan Yesilyurt
ISTANBUL
Pariwisata Turki naik 30 persen setiap tahun dan bisa memperoleh pemasukan mata uang asing sebesar USD32 miliar pada akhir tahun ini, menurut asosiasi pariwisata Turki.
"Jika tidak ada hal serius atau negatif yang terjadi, kami memperkirakan 40 juta wisatawan pada akhir 2018," Firuz Baglikaya, kepala Asosiasi Agen Perjalanan Turki (TURSAB), mengatakan kepada Anadolu Agency.
Baglikaya juga mengatakan mereka telah menargetkan untuk mengurangi setengah dari defisit transaksi berjalan Turki di tahun depan.
"Kami menargetkan kontribusi pariwisata akan mengurangi defisit transaksi berjalan sekitar 50 persen pada tahun mendatang," katanya.
Melihat pariwisata sebagai salah satu sektor yang paling berkontribusi dalam menurunkan defisit neraca berjalan, Baglikaya menambahkan bahwa sektor ini memberikan kontribusi USD21 miliar terhadap pengurangan defisit transaksi berjalan tahun lalu.
Dia mengatakan asosiasi menyambut baik rencana aksi 100 hari pemerintah, terutama hal-hal yang berkaitan dengan Tiongkok.
Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya pada bulan Agustus meluncurkan rencana aksi 100 hari pertama kabinet baru Turki di ibukota Ankara.
Presiden mengatakan lebih dari 1.000 proyek akan rampung dalam 100 hari, tetapi pengumuman paling penting adalah 400 program di antaranya.
Menyinggung tentang Tiongkok yang mendeklarasikan 2018 sebagai Tahun Pariwisata Turki, Baglikaya mengatakan jumlah wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Turki melonjak 97 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017.
Menyoroti pentingnya pasar Tiongkok, Baglikaya mengatakan jumlah wisatawan Tiongkok yang ke luar negeri adalah yang terbesar di dunia.
"Kami akan berupaya untuk meningkatkan jumlah turis Tiongkok menjadi 2 juta di tahun-tahun mendatang," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa mereka berencana mengakhiri tahun ini dengan 500 ribu turis Tiongkok mengunjungi Turki.