Erric Permana
08 November 2017•Update: 08 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Analis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrian Elisabeth meminta Pemerintah Indonesia untuk waspada terhadap larinya kelompok Daesh dari Marawi, Filipina ke wilayah nusantara.
Menurut dia ada potensi Daesh tersebut pindah ke Indonesia lantaran semakin terpojoknya kelompok Marawi dan tewasnya kedua pimpinan mereka yakni Isnilon Hapilon dan Omar Maute beberapa waktu lalu.
Dia pun percaya bahwa kelompok kriminal yang mengatasnamakan Daesh di Marawi itu segera berakhir karena kepemimpinan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kelompok itu lari ke Indonesia di antaranya wilayah antara Filipina dan Indonesia yang sangat dekat dan adanya hubungan kekerabatan antara kedua negara itu.
“Yang paling mengerikan, kalau mereka lari membawa bisnis kriminal lainnya, Narko Terorisme, teroris yang juga berdagang narkoba,” kata Adrian di Kantor LIPI pada Rabu.
Dia pun meminta pemerintah untuk menjaga perbatasan - perbatasan yang saat ini tidak terpantau dengan baik oleh aparat penegak hukum. Beberapa lokasi yang menurutnya memiliki potensi di antaranya Poso, Sulawesi Tengah, dan Bima, Nusa Tenggara Barat.
“Karena ini wilayah timur, sampai ke sana kan, itu bahaya,” tambah dia.
Pemerintah juga diminta waspada untuk memperketat pelabuhan dan bandara agar mencegah masuknya kelompok - kelompok Daesh dari Marawi tersebut. Selain memperketat pintu masuk ke Indonesia, Adrian juga meminta pemerintah untuk melakukan pendekatan kekerabatan agar bibit radikalisme di Indonesia tidak mudah mempengaruhi masyarakat.