Megiza Soeharto Asmail
10 September 2018•Update: 11 September 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Pemerintah mengatakan terpilihnya kota Surakarta sebagai tuan rumah Colombo Plan tahun ini membuktikan bahwa Indonesia diakui sebagai negara dengan Kota Layak Anak (KLA).
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), pelaksanaan Colombo Plan dengan mengangkat tema berbagi pengalaman terbaik mengenai KLA di Kota Surakarta merupakan hal yang tepat.
“Kota Surakarta berdasarkan hasil evaluasi KLA 2018, memperoleh kategori tertinggi, yaitu KLA Utama,” ujar Menteri PPPA Yohana Yembise dalam keterangan resmi yang diterima Anadolu Agency, Senin.
Colombo Plan yang berlangsung mulai hari ini hingga 14 September 2018 mendatang diikuti 11 negara peserta yang di antaranya adalah Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Fiji, Laos, Malaysia, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.
Perwakilan dari negara-negara tersebut mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung implementasi KLA di Surakarta. Salah satunya melalui Forum Anak, Sekolah Ramah Anak (SRA), Puskesmas Ramah Anak (PRA), serta Pusat Kreativitas Anak di tingkat kampung dalam bentuk Taman Cerdas.
KLA, kata Menteri Yohana, merupakan perwujudan suatu kabupaten atau kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak.
Sistem ini dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, kata dia.
Menurut Yohana, KLA telah dirintis sejak 2006 silam dan pada tahun 2010 direvitalisasi untuk lebih dipercepat capaiannya dan terinternalisasi ke seluruh pelosok tanah air.
Hingga Juli 2018, dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, terdapat 389 kabupaten/kota yang sudah menginisiasi untuk mewujudkan KLA, ujar Menteri PPPA.
Menteri Yohana berharap dengan pertemuan ini, negara perwakilan anggota Colombo Plan dapat memperoleh pengalaman praktik terbaik Kota Surakarta mengenai penerapan (KLA), terutama mengenai kebijakan, program dan kegiatan nasional terkait anak dan tantangan untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak masuk ke dalam semua tahapan perkembangan diri.
“Lebih penting lagi, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen, strategi, metode, dan kerja sama antar negara-negara anggota Colombo Plan untuk memastikan pelaksanaan KLA di masing-masing negara mereka,” ungkap Menteri Yohana.
Walikota Surakarta, F. X Hadi Rudyatmo mengatakan selain Forum Anak, SRA, dan lainnya, kota tersebut juga sudah mendirikan Radio Anak.
Namun saat ini, sambung dia, masih menunggu perizinan frekuensi dari Kementerian Komunikasi dan Informasi.
“Melalui radio anak, masyarakat bisa mendengar anak-anak menjadi penyiar radio dan menikmati lagu-lagu anak,” ujar Walikota Hadi.