Pizaro Gozali İdrus
29 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Komisi Pemilihan Umum (Comelec) Filipina menegaskan tidak ada alasan menunda plebisit Undang-Undang Organik Bangsamoro (BOL) putaran kedua pada 6 Februari mendatang menyusul ledakan kembar di gereja Jolo, Sulu, lansir Philstar.
“Persiapan kami normal. Jika ada, polisi mungkin hanya akan lebih waspada,” ungkap Jimenez pada konferensi pers pada Senin.
Jimenez mengatakan Comelec masih menunggu temuan Kepolisian Nasional Filipina (PNP) untuk menentukan apakah bom Jolo terkait dengan BOL yang akan membentuk Daerah Otonomi Bangsamoro Muslim Mindanao (BARMM).
"Tapi pada akhirnya, itu tidak akan mempengaruhi hasil pemilihan karena plebisit sudah berakhir dan hasilnya telah dirilis," kata Jimenez.
Plebisit 6 Februari hanya akan menentukan apakah daerah akan dimasukkan dalam BARMM yang menggantikan Daerah Otonomi di Mindanao Muslim atau ARMM, kata Jimenez.
Setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.
Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.
Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.