Erric Permana
29 Agustus 2018•Update: 30 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menegaskan akan memulai perbaikan rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1 September 2018 mendatang.
Melalui akun Twitter pribadinya, dia juga menjelaskan bahwa pemerintah akan mengirimkan 400 insinyur muda untuk mendampingi masyarakat membangun kembali rumahnya.
Saat ini kata dia tercatat ada sekitar 74 ribu rumah tahan gempa yang akan dibangun di NTB.
Berdasarkan keterangan pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana gempa di NTB dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 5 Tahun 2018.
Pemerintah menargetkan pembangunan maupun perbaikan rumah masyarakat setempat akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan.
Para insinyur akan diberangkatkan secara bertahap mulai Kamis menggunakan pesawat Hercules milik TNI.
Sebelumnya, Kepala Negara memutuskan bantuan sebesar Rp 50 juta bagi tiap kepala keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat setelah bencana gempa terjadi.
Nantinya, masyarakat akan kembali membangun rumahnya dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan anggota TNI.