Iqbal Musyaffa
19 September 2017•Update: 19 September 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia menekankan pentingnya reformasi organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam High Level Meeting on UN Reform bersama beberapa negara, termasuk Presiden AS Donald Trump, di New York, pada Senin waktu setempat.
“Kita ingin menjadikan PBB lebih efisien, mengurangi ketidakpraktisan birokrasi, serta memberikan fokus pada masyarakat,” ujar Retno.
Selain itu Indonesia juga mendorong agar PBB lebih fokus pada hasil, bukan proses perundingan saja.
Selain mendorong reformasi PBB, Indonesia juga menjadikan ajang ini sebagai penggalangan dukungan agar bisa menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Dari 70 agenda pertemuan bilateral di New York, sejauh ini Retno telah melakukannya dengan beberapa negara, antara lain Samoa, Kroasia, Namibia, Niger, Liechtenstein, Georgia, Monako, Tunisia, dan Swis.
“Semua pertemuan bilateral kita gunakan untuk memperoleh dan menambah dukungan dalam pencalonan kita menjadi dewan keamanan PBB,” ujar Retno.
Umumnya para menteri luar negeri, kata Retno, menyampaikan respon positif dan kesediaannya untuk mendukung Indonesia.