Erric Permana
19 September 2017•Update: 20 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Swedia dan Australia memuji diplomasi maraton Indonesia ke Bangladesh dan Myanmar terkait Rohingya.
Apresiasi ini mereka sampaikan dalam Working Lunch on the situation in Rakhine State yang digelar Menteri Luar Negeri Inggris dan dihadiri Menteri Luar Negeri Australia, Swedia, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di sela-sela Sidang Umum PBB ke-72 di New York.
“Sebagai negara sahabat dan bertetangga, Indonesia tentu tidak dapat tinggal diam melihat situasi yang terjadi di Rakhine State, Myanmar,” tegas Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
Para wakil negara juga memuji tawaran formula 4+1 Indonesia sebagai solusi atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, yaitu pemulihan keamanan dan perdamaian, menahan diri tidak menggunakan kekerasan, perlindungan bagi seluruh penduduk tanpa memandang latar agama atau etnis, serta akses bantuan kemanusiaan.
Dalam pertemuan tersebut, Penasehat Keamanan Myanmar Thaung Tun menyampaikan telah membentuk tim guna menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Rakhine State. Tim tersebut melibatkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan beberapa negara lain
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekjen PBB, dan para menteri luar negeri dan Duta Besar dari sejumlah negera seperti Bangladesh, Myanmar, Australia, Swedia, Turki, Rusia, China, Kanada, Amerika Serikat, dan Malaysia.