Erric Permana
05 September 2017•Update: 06 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo pada siang tadi menerima kunjungan Penasehat Khusus Perdana Menteri (PM) Jepang, Hiroto Izumi di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, presiden sempat membahas 7 proyek infrastuktur yang ditangani Jepang serta aksi Korea Utara meluncurkan Bom Hidrogen.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan kunjungan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang yang juga menjabat sebagai pimpinan dari Japan Global Exchange Forum menindaklanjuti kerjasama yang dilakukan kedua negara yakni di sektor infrastuktur.
Dan dengan pembicaraan ini kita harapkan bisa menindaklanjuti satu program-program yang lebih jelas. Program yang berhubungan dengan saya [Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat],” ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
7 proyek infrastuktur yang dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya mengenai Pelabuhan Patimban di Jawa Timur .
“Patimban, dan itu kita sudah sepakat agar 2019 sudah bisa dioperasikan. Oleh karena itu kita akan bicara besok secara lebih terperinci,” jelasnya.
Selain itu proyek yang sangat diminati oleh Jepang juga menjadi pembahasan, di antaranya proyek Tol Trans Sumatera, Proyek kereta semi cepat Jakarta – Surabaya, serta pembangunan infrastuktur di pulau-pulau terluar di Indonesia. Menurut Basuki, Jepang sangat tertarik dengan proyek tersebut.
Sementara itu, menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung Presiden RI Joko Widodo dan Penasehat Perdana Menteri Jepang sempat membahas mengenai peluncuran bom nuklir oleh Korea Utara pada 3 September lalu.
“Baru saja utusan khusus Prime Minister Jepang membicarakan hal tersebut sehingga dengan demikian, persoalan North Korea ini mendapatkan perhatian para pemimpin negara negara pada saat ini,” tambahnya.