Astudestra Ajengrastrı
31 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Turki adalah partner penting untuk Jerman, dan Kanselir Jerman Angela Merkel tertarik untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, ujar juru bicara pemerintahan pada Senin.
Komentar ini dibuat setelah anggota parlemen dari kubu oposisi mengkritik undangan resmi Jerman kepada Erdogan, yang memenangi pemilu bersejarah di Turki bulan lalu.
"Kami selalu tertarik untuk mengadakan pembicaraan dengan Turki, yang merupakan partner dekat dan penting bagi kami di banyak area," Wakil Juru Bicara Pemerintah Ulrike Demmer berkata dalam konferensi pers di Berlin, menambahkan bahwa Merkel juga tertarik melakukan pertemuan dengan Erdogan.
Harian Jerman Bild melaporkan pada Sabtu bahwa Presiden Frank-Walter Steinmeier mengundang sejawatnya Erdogan untuk berkunjung secara resmi ke Jerman pada September.
Erdogan akan disambut dengan penghormatan militer di Istana Kepresidenan Jerman, dan dalam kunjungannya tersebut dia akan menemui komunitas Turki di Jerman, ujar koran tersebut.
Selain bertemu dengan Steinmeier, yang memegang peranan seremonial, Erdogan juga dijadwalkan bertemu dengan Kanselir Angela Merkel untuk membahas hubungan bilateral dan isu-isu internasional.
Maas tepis kritik
Menepis kritik yang dilemparkan oleh anggota parlemen oposisi, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas membela keputusan Presiden Steinmeier untuk mengundang Erdogan.
"Saya percaya semua orang harus memperlakukan seseorang yang terpilih menjadi kepala negara sebuah negara dengan baik, dan ini yang dilakukan Presiden," ujar dia dalam konferensi pers di Berlin.
"Sangat penting untuk berbicara dengan seseorang yang dengannya Anda memiliki banyak masalah yang belum terselesaikan," imbuh dia.
Kantor Steinmeier membenarkan pada Senin bahwa Berlin menyerahkan undangan resmi untuk Erdogan, namun tak memberikan tanggal pasti.
"Tanggal pastinya belum ditetapkan," ujar juru bicara kepada media lokal.
Presiden Turki Erdogan terakhir kali mengunjungi Berlin pada Februari 2014.
Hubungan politik antara Ankara dan Berlin mengalami kemunduran beberapa tahun terakhir, namun dalam minggu-minggu ini kedua pihak telah mengambil langkah untuk menormalisasi hubungan.