Megiza Soeharto Asmail
25 September 2018•Update: 26 September 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyampaikan masalah Tuberculosis (TB) saat menghadiri High Level Meeting on Global Peace di Markas PBB, New York.
Selain Puan, pertemuan yang dikenal sebagai Nelson Mandela Peace Summit tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Dalam pertemuan pleno tingkat tinggi itu, Puan menyampaikan bahwa perdamaian perlu dimaknai sebagai kesejahteraan bersama bagi masyarakat dunia.
Artinya, perdamaian tidak hanya terkait di bidang resolusi konflik atau pelucutan senjata, namun juga di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, seperti perlindungan hak asasi manusia, jaminan kesehatan universal, kesetaraan gender dan hak anak-anak dan kelompok rentan lainnya serta peningkatan masyarakat miskin dan terbelakang.
“Saya hadir di sini terkait bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Khususnya terkait eliminasi TB dan penyebaran penyakit tidak menular,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Anadolu Agency, Selasa.
“Saat ini semua negara di dunia memiliki kekhawatiran yang sama terkait semakin meluasnya penyakit tidak menular dan TB ini. Kedua hal ini bukan hanya permasalahan di negara berkembang tetapi juga di negara maju,” imbuh dia.
Dalam kesempatan itu, Puan juga menekankan perlunya komitmen kuat dari seluruh negara dalam mencapai target-target SDGs khususnya terkait penurunan penyakit tidak menular dan eliminasi TB.
Nelson Mandela Peace Summit digelar setiap tahun sebagai penghormatan kepada Mandela atas kerendahan hati, pengampunan dan kasih sayang, dan dedikasinya untuk kemanusiaan.
Acara ini dihadiri di antaranya oleh kepala negara/pemerintah negara anggota, pengamat, organisasi non pemerintah dan organisasi masyarakat sipil yang berafiliasi dengan PBB, serta lembaga akademis.