17 Juli 2017•Update: 17 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah memblokir layanan chat Telegram di Indonesia Jumat malam. Ini lantaran layanan media sosial chat tersebut sering digunakan oleh kelompok terorisme.
Menanggapi hal itu, Pihak Istana Kepresidenan meminta penyedia layanan media sosial bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk menekan dan menghilangkan radikalisme.
Sekertaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kerjasama antara penyedia layanan media sosial dengan pemerintah untuk kepentingan jangka panjang bangsa Indonesia.
“Siapapun penyedia layanan harus bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk hal-hal yang berkaitan dengan radikalisasi, kepentingan pemerintah dalam jangka panjang,”kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta, Senin.
Pramono mengatakan pemblokiran layanan media sosial Telegram tersebut lantaran banyaknya aktivitas yang bisa melemahkan bangsa Indonesia.
Dia meminta agar semua pihak yang mengkritik langkah pemerintah tersebut untuk memahami.
“Lagipula, ada aplikasi lainnya kan seperti WhatsApps (WA). Jangan sampai aplikasi digunakan kelompok tertentu untuk melemahkan bangsa kita dengan tindakan terorisme.” katanya