Shenny Fierdha Chumaira
11 Januari 2018•Update: 12 Januari 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian memerintahkan semua jajarannya di daerah untuk memetakan area rawan konflik menjelang Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Juni 2018 mendatang.
"Saya perintahkan untuk selesaikan peta kerawanan paling lambat Minggu, empat hari lagi dari sekarang. Supaya Senin [15/1] bisa mulai membuat rencana operasi yang lebih akurat," jelas Tito di Jakarta, Kamis.
Peta kerawanan yang dimaksud Tito ialah polisi di daerah yang mengikuti pilkada harus memetakan area di daerahnya yang tergolong sebagai area sangat rawan konflik, rawan konflik, dan kurang rawan konflik dalam Pilkada.
Data yang dikirimkan akan dipelajari dan dibuat tabel.
Tabel itu akan memberikan informasi daerah mana saja yang berpotensi rawan dan sangat rawan, kemudian barulah Polri akan melakukan langkah proaktif untuk mendinginkan suasana di daerah-daerah tersebut.
Polisi juga akan menyiapkan kekuatan pasukan dari Polri, TNI, dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk diterjunkan jika diperlukan.
"Maka itu saya minta Polda dan Polres revisi kembali jumlah pasukan yang disediakan agar disesuaikan dengan tingkat kerawanan," tukas Tito.
Langkah preventif lainnya dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengimbau warga agar menjaga perdamaian selama pilkada bisa berjalan dengan aman dan kondusif.
Pada Juni mendatang, sebanyak 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018 dalam rangka memilih kepala daerah berikutnya.