21 Juni 2018•Update: 22 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi menyatakan empat orang terduga teroris yang ditangkap pada Selasa di Jawa Barat dan Jawa Tengah terlibat dengan kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Ansharut Tauhid (JAT).
"Kelompok JAD dan JAT. Pasti ada kaitannya dengan itu," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis.
Namun, dia masih belum mau mengungkapkan kasus terorisme yang menjerat keempat orang tersebut.
"Kita mengacu pada Undang-Undang Terorisme. Masih diberikan kesempatan tujuh hari untuk mendalami. Mohon sabar," kata Setyo.
Selain itu, terkait dugaan bahwa mereka hendak menyerang Kepolisian Resor Kebumen, Jawa Tengah, Setyo menegaskan dugaan tersebut masih didalami oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror.
Pada Selasa, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap keempat terduga teroris di Bandung dan Kebumen berinisial R, MN, F, dan FT.
Selain diduga berkomunikasi lewat aplikasi pesan instan Telegram, mereka juga diduga terkait dengan kelompok teroris Daesh.
Adapun barang bukti yang diamankan dalam penangkapan antara lain dompet, KTP, dan sejumlah uang.