25 Juli 2017•Update: 25 Juli 2017
Eric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo resmi melantik 729 prasetya perwira Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia tahun 2017, Selasa. Pelantikan para perwira ini untuk pertama kalinya dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta setelah 14 tahun lalu ditiadakan.
Prasetya perwira yang akan dilantik terdiri dari 437 Taruna Akademi TNI yang terdiri dari Taruna Akademi Militer 224 orang, Taruna Akademi Angkatan Laut 94 orang, Taruna Angkatan Udara 117 orang, Taruna National Defence Academy 2 orang dan Taruna Kepolisian 292 orang.
Dalam pidato upacara pelantikan, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar TNI dan Polri bisa menghadapi sejumlah tantangan yang mengancam keutuhan NKRI.
"Seperti upaya pengeroposan nilai pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme, sparatisme, dan terorisme. Meningkatnya peredaran narkoba, penyelundupan dan perdagangan ilegal," ujar Presiden di Istana Merdeka, Jakarta.
Selain itu juga tantangan seperti konflik antar negara serta Kelompok Teroris Daesh yang terus berkembang yang berasal darj luar negeri harus menjadi perhatian TNI dan Polri.
"Isu seperti kompetisi global, permasalahan perbatasan, konflik antar negara, konflik intranegara, peperangan asimetris, perebutan cadangan energi,
TNI Polri juga diminta untuk saling menghilangkan ego sektoral serta terus bersama masyarakat.