25 Juli 2017•Update: 25 Juli 2017
Barry Ellsworth
TRENTON, Ont.
Seorang pria Kanada, yang awal tahun ini menawarkan imbalan USD 2.500 untuk rekaman siswa Muslim “mengutarakan kata-kata kebencian pada salat Jumat”, dituduh melakukan kejahatan berupa kebencian.
Kevin J. Johnston, mantan kandidat walikota di kota Mississauga dekat Toronto, didakwa mempromosikan kebencian dengan disengaja terhadap sebuah kelompok yang dapat diidentifikasi menyusul "kekhawatiran atas informasi yang dipublikasikan di berbagai situs media sosial," kata polisi setempat.
Johnson didakwa setelah investigasi 5 bulan mengungkapkan “sejumlah insiden yang ditelusuri penyidik,” kata Sersan Josh Colley kepada media.
“Kelompok yang ditargetkan adalah komunitas Muslim dan itu berdampak pada kami semua,” kata Colley.
Rabia Khedr, kepala dewan komunitas Muslim Kanada ,mengatakan setelah penahanan Johnson warga Muslim setempat “bisa tidur dengan aman karena tahu akan ada akibatnya bila memicu kebencian dan menghasut kekerasan terhadap kami”.
Johnson mengunggah video YouTube pada Maret menawarkan hadiah USD 1.000 bagi siapapun yang bisa merekam siswa-siswa Muslim “yang mengutarakan ujaran kebencian” pada saat ibadah Jumat.
Ia kemudian menambah jumlah itu menjadi USD 2.500 sebelum laman YouTube-ya ditutup, lapor media setempat. Video itu menimbulkan kekhawatiran diantara warga Muslim, hingga pihak sekolah menghimbau siswanya agar “sangat berhati-hati” bila merekam atau direkam.
Di situsnya Johnson juga menyerang anggota parlemen Mississauga Iqra Khalid, yang memperkenalkan gerakan anti-Islamofobia di DPR Kanada.
“Iqra Khalid harus dideportasi sebagai musuh,” tulis Johnson.
Ia memperbarui situsnya pada Senin dengan kabar penahanannya, namun mengatakan, “Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai kasus ini.