Erric Permana
30 September 2018•Update: 01 Oktober 2018
Erric Permana
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan ada empat kabupaten/kota yang terkena dampak akibat gempa berkekuatan 7.4 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat lalu.
Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain Kota Palu dan Kabupaten Donggala, dua kabupaten lainnya juga mengalami bencana gempa dan tsunami. Dua kabupaten tersebut yakni Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.
“Ternyata yang terkena dampak tidak hanya Kota Palu dan Kabupaten Donggala,” ujar Sutopo saat konferensi pers di Jakarta pada Minggu.
Namun, hingga kini BNPB masih belum bisa melakukan komunikasi untuk mengetahui jumlah korban dan dampak bencana gempa di tiga kabupaten tersebut.
“Kabupaten Donggala dan lainnya belum ada laporan secara terus menerus dan komunikasi masih lumpuh, listrik masih padam, sehingga menyebabkan aktivitas lain terganggu. 3 kabupaten belum bisa melaporkan secara intensif kita tidak tahu secara pasti,” jelas Sutopo.
Menurut dia, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun telah mengirimkan pemberitahuan kepada bupati dan walikota keempat daerah agar segera menetapkan status tanggap darurat. Hal itu dilakukan agar Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat lebih mudah membantu penanganan dampak gempa.
BNPB pun, kata dia, menyiapkan anggaran siap pakai untuk penanganan bencana di Sulawesi Tengah. Saat ini BNPB memiliki Rp 560 miliar.
Namun, kata dia BNPB mengalami kendala karena dana tersebut juga digunakan untuk penanganan pasca gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Kita menangani dampak gempa Lombok belum selesai, membutuhkan dana triliunan ditambah kebutuhan dana menangani dampak di Sulteng. Selain itu juga bantuan teknis manajerialnya bagaimana penetapan statusnya, bagaimana pengorganisasian,” pungkas dia.
Sebelumnya, akibat gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Jumat lalu diperkirakan 832 orang meninggal dunia. Saat ini tercatat ada sekitar 821 korban meninggal di Kota Palu. Sementara untuk korban di kabupaten lainnya masih belum bisa diketahui karena sistem komunikasi yang belum pulih.