Erric Permana
30 Oktober 2017•Update: 31 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dan Myanmar membahas mengenai isu potensi terorisme akibat krisis kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar.
Ini disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto saat bertemu Duta Besar Myanmar untuk Indonesia Ei Ei Khin Aye di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin.
Menteri Wiranto mengaku membicarakan banyak hal terkait dengan krisis kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya. Dia pun mengaku sempat mengingatkan kepada Dubes Myanmar untuk waspada, agar isu Rohingya tidak dicampuradukkan dengan isu terorisme.
"Jangan sampai masalah-masalah di Myanmar itu dimasuki oleh kepentingan-kepentingan terorisme," ujar Menteri Wiranto di kantornya.
Untuk menghindari hal itu, kata dia, Indonesia pun menyaring lembaga nirlaba (LSM) yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar agar tidak mencampuri urusan internal negara itu.
"Ke sana justru mencampuri urusan dalam negeri, jangan sampai," tambah dia.
Menteri Wiranto juga berharap agar permasalahan yang terjadi di Myanmar tidak memengaruhi kondisi negara lain, termasuk Indonesia.
Tidak hanya potensi terorisme, Duta Besar Myanmar juga berbincang mengenai adanya permasalahan dalam memisahkan masalah kemanusiaan, agama, dan politik di negaranya serta permasalahan yang terjadi di pengungsian Rohingya di Bangladesh.