25 Juli 2017•Update: 25 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
TNI AL membantah pernyataan otoritas Vietnam yang menyebutkan bahwa pihaknya menembaki nelayan Vietnam di Laut Natuna Utara, Senin.
Seperti yang dikatakan Kadispen AL Laksma Gig JM Sipasulta, kronologis sebenarnya, TNI AL melakukan pengejaran terhadap kapal Vietnam bernomer TG 92816 TS, jumat lalu. Kapal yang yang sedang melakukan illegal fishing itu membawa 12 awak dan dinakhodai Nguyen Hop Him.
Menurut TNI tak ada aksi penembakan dalam operasi tersebut. TNI mengawal kapal asing tersebut menuju Lanal Tarempa.
Sabtu, pukul 06.10 WIB, TNI kembali mendapati kapal Vietnam jenis Rig Deep Metro Sea yang dikelilingi Kapal Coast Guard dan 2 kapal nelayan Vietnam.
“Terjalin komunikasi dengan kapal CG Vietnam, tidak ada gesekan,” tegas Sipasulta.
Minggu, TNI kembali menemukan 2 kapal Vietnam melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Berjarak 30 meter dari kapal TNI AL, penampakan kapal masih berupa siluet dengan nakhoda mengarah ke KRI.
TNI AL sempat memberikan tembakan peringatan ke udara menggunakan SS1. Merespon tembakan itu, kapal Vietnam merubah haluan dan meninggalkan perairan Indonesia.
“Pernyataan Vietnam itu tidak benar. Kami tidak melakukan penembakan. TNI AL selalu melakukan tindakan sesuai ketentuan dan terukur,” tegas Sipasulta.
Sebelumnya, dilansir dari Reuters, otoritas Vietnam mengatakan TNI AL menembak dan melukai 4 nelayan Vietnam pada Sabtu malam akhir pekan lalu, di perairan ZEEI berjarak 132 mil tenggara Pulau Con Dao, Vietnam.