İqbal Musyaffa
29 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan data Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2018 sebesar 72,39 dan berada dalam kategori sedang.
Indeks ini meningkat 0,28 poin dari tahun 2017 yang berada di level 72,11, Pada 2017, IDI juga berada dalam kategori sedang.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan IDI merupakan indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia yang dikeluarkan BPS sejak 2009.
Dia menjelaskan bila angka IDI berada di bawah 60, masuk ke dalam kategori buruk. Bila di level 60-80 masuk dalam kategori sedang, dan angka indeks di atas 80 termasuk ke dalam kategori baik.
Menurut Suhariyanto, sejak 2009 hingga 2018, kondisi demokrasi di Indonesia selalu berada di dalam kategori sedang.
“Namun sejak 2014 hingga saat ini angka IDI mulai berada di atas 70 setelah sejak 2009 masih berada di sekitar angka 60,” jelas Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Suhariyano menjelaskan survei Indeks Demokrasi Indonesia ini dilakukan melalui tiga tahap sumber data . Tahap pertama dengan pengumpulan data dari surat kabar dan dokumen seperti Perda, Pergub, dan surat edaran.
Kemudian, tahap kedua melalui focus group discussion, dan tahap ketiga dengan melakukan wawancara mendalam terhadap narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan Indikator Demokrasi Indonesia terdiri dari tiga aspek, yakni kebebasan sipil dengan empat variabel, hak-hak politik dengan dua variabel, dan lembaga demokrasi dengan lima variabel.
Suhariyanto menjabarkan aspek kebebasan sipil mengalami penurunan angka indeks dari 78,75 pada tahun lalu menjadi 78,46 dan berada pada kategori sedang.
Menurut dia, aspek ini pernah berada dalam kategori baik pada 2009 hingga 2011 dan 2014-2015 dengan indeks di atas 80.
Begitupun dengan indeks aspek hak-hak politik mengalami penurunan dari 66,63 pada 2017 menjadi 65,79 pada tahun ini.
Dia menguraikan aspek hak-hak politik sempat berada pada kategori buruk pada periode 2009 hingga 2013 dengan indeks terendah di angka 46,25 pada 2013 dan kemudian membaik pada 2014 menjadi 63,72 dan masuk dalam kategori sedang.
Suhariyanto mengatakan berbeda dengan dua aspek tersebut, indeks lembaga demokrasi justru meningkat dari 72,49 pada tahun lalu menjadi 75,25 pada tahun ini.
“Kenaikan aspek lembaga demokrasi sebesar 2,76 poin mengkonfirmasi adanya perbaikan dalam Indeks Demokrasi Indonesia 2018,” tambah dia.