Nicky Aulia Widadio
14 Agustus 2020•Update: 14 Agustus 2020
JAKARTA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan Gunung Sinabung masih berpotensi erupsi eksplosif berdasarkan pemantauan saat ini.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan Gunung Sinabung telah mengalami 11 kali erupsi pada 8-13 Agustus 2020. Tujuh erupsi di antaranya terjadi pada Kamis pagi hingga malam.
Selama itu telah terekam empat kali gempa letusan, 86 kali gempa embusan, dua kali gempa Tornillo, 15 kali gempa berfrekuensi rendah, 99 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, tujuh kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus.
Menurut Kasbani, rekaman tremor menerus menunjukkan proses migrasi magma dari kedalaman sampai permukaan.
"Rangkaian erupsi pada 13 Agustus 2020 dan karakter erupsinya menunjukkan ada potensi erupsi eksplosif yang menghasilkan awan panas letusan," ujar dia.
Meski aktivitas erupsi Gunung Sinabung masih berlangsung, namun potensi bahaya arah sebaran produk erupsi dan luncuran awan panas masih dalam radius kawasan rawan bencana yang direkomendasikan.
Material abu vulkanik dapat terbawa ke daerah yang lebih jauh dari puncak tergantung arah dan kecepatan angin.
Pada Kamis pagi hingga malam, PVMBG mencatat tinggi kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas sedang setinggi maksimal 2.000 meter dari atas puncak.
Kolom erupsi bergerak ke arah timur, tenggara dan selatan.
Gunung Sinabung saat ini masih berada pada status siaga atau level III.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, dalam radius 3 kilometer dari puncak, serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.