Erdogan: Turkiye terus bekerja untuk perdamaian dan stabilitas dunia
Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turkiye akan terus mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan diplomasi serta mendorong perdamaian dan stabilitas global
Özcan Yıldırım, Mümin Altaş
01 September 2026•Update: 01 September 2026
BISHKEK
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Selasa menegaskan negaranya akan terus mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan diplomasi serta mendorong terciptanya perdamaian, ketenteraman, dan stabilitas di seluruh dunia.
“Kami mengambil tanggung jawab agar konflik diselesaikan melalui dialog dan diplomasi, serta terus bekerja demi perdamaian, ketenteraman, dan stabilitas di seluruh dunia,” kata Erdogan dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kyrgyzstan.
Erdogan mengatakan SCO, yang mewakili sekitar 3,5 miliar penduduk dan produk domestik bruto senilai 35 triliun dolar AS, merupakan salah satu unsur yang tidak terpisahkan dari tatanan multipolar.
“Kami akan berupaya meningkatkan kerja sama di segala bidang dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang kami pandang sebagai kekuatan yang terus berkembang,” katanya.
Menurut Erdogan, SCO tidak hanya dapat memainkan peran dalam memastikan perdamaian dan stabilitas, tetapi juga dalam membangun koridor transportasi yang aman dan menjaga keamanan pasokan energi.
Erdogan juga mengatakan Turkiye berupaya menjalankan tanggung jawabnya dalam menghadapi dampak negatif perubahan iklim.
“Kami akan menjadi tuan rumah KTT COP31 di Antalya pada 11-12 November,” sebutnya.
Presiden Turkiye itu juga menekankan pentingnya kerja sama dalam kerangka SCO terkait konektivitas regional.
“Kami ingin inisiatif Koridor Tengah lintas Kaspia diselaraskan dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan, dan kami sangat mementingkan kerja sama dalam organisasi ini,” katanya.
Erdogan soroti Gaza dan Lebanon
Dalam pidatonya, Erdogan turut menyinggung perkembangan di kawasan, termasuk situasi di Gaza dan Lebanon.
“Kita tidak boleh melupakan Gaza dan Lebanon, tempat 74.000 orang kehilangan nyawa akibat serangan Israel. Seluruh kawasan kita menanggung akibat dari kebijakan agresif ini,” katanya.
Erdogan juga menyoroti Aliansi Pertahanan Makkah yang dibentuk Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan.
“Aliansi Pertahanan Makkah, yang berlandaskan kepemilikan regional dan penangkalan kolektif, akan memberikan kontribusi penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan serta dunia,” kata Erdogan.
Erdogan: Turkiye terus bekerja untuk perdamaian dan stabilitas dunia