Astudestra Ajengrastrı
07 Mei 2018•Update: 07 Mei 2018
Enes Canli
TUNIS
Gerakan Ennahda memenangi pemilihan umum daerah setelah meraup 27,5 persen suara, menurut televisi pemerintah Tunisia pada Minggu.
Tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat (1700 GMT) dengan jumlah pemilih rendah.
Menurut penghitungan suara tak resmi, partai Nidaa Tounes, partai politik terbesar kedua dengan 55 wakil di parlemen, duduk pada posisi kedua dalam pemilu dengan perolehan suara 22,5 persen.
Komisi Tinggi Pemilihan Umum mengumumkan tiga jam sebelum berakhirnya proses pemungutan suara, bahwa masyarakat yang menggunakan hak pilih hanya 21 persen.
Lembaga ini menyebut, sebanyak 1.089.360 orang dari 5.369.000 penduduk yang memberikan suara sampai pukul 15.00 waktu setempat (1400 GMT).
Sebanyak 179 tempat pembungutan suara terpaksa ditutup dengan alasan "keamanan", menuruti saran komisi tersebut.
Hasil resmi pemilu akan diumumkan pada 9 Mei.
Pemilihan umum ini dilihat sebagai langkah maju dalam proses transisi demokratis di negara tersebut, menyusul demonstrasi besar-besaran yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ali pada Januari 2011.
Menurut data yang dirilis oleh lembaga pemilu, ada 2.747 kandidat, termasuk 860 calon independen, dari 55 partai politik yang berlaga dalam pemilu.