Servet Günerigök
06 April 2022•Update: 08 April 2022
WASHINGTON
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa memuji Turki karena telah menjadi tuan rumah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo mengatakan bahwa pembicaraan langsung antara perwakilan Ukraina dan Rusia terus berlanjut.
"Kami memuji pemerintah Turki yang menjadi tuan rumah diskusi ini, serta upaya banyak pihak lain yang terlibat dengan Rusia dan Ukraina untuk membantu mewujudkan perdamaian," kata DiCarlo.
“Kami menyambut kesediaan para pihak untuk terus mengambil sikap saling pengertian. Ini membutuhkan itikad baik dan upaya sungguh-sungguh, dan kemajuan dalam negosiasi harus diterjemahkan dengan cepat ke dalam tindakan di lapangan,” imbuh dia.
Pada 10 Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba bertemu di kota Antalya, Turki untuk pertama kalinya sejak awal perang, yang tidak membuahkan hasil apa pun.
Pada tanggal 29 Maret, delegasi Rusia dan Ukraina bertemu untuk pembicaraan damai di Istanbul saat perang memasuki bulan kedua dengan korban menumpuk di kedua belah pihak.
Ukraina ingin melihat negara-negara, termasuk Turki, sebagai penjamin dalam kesepakatan potensial dengan Rusia, kata seorang negosiator Ukraina setelah pertemuan.
Perundingan di Istanbul dipandang sebagai terobosan dalam upaya untuk menghentikan pertempuran yang menurut angka terbaru PBB telah merenggut nyawa sedikitnya 1.430 warga sipil dan menyebabkan 2.097 lainnya terluka sejak 24 Februari.